Yohoo! Hello guys, as you know namaku Azzahra Kalinda Chicory biasa disapa Kalinda. kali ini aku mau cerita tentang Ujian Sekolah, lebih tepatnya sih, perjalanan menuju Ujian Sekolah. fyuhhh, jujur ini agak melelahkan untukku karena semua pelajaran diujiankan, jadi agak pusing belajarnya ya. Kebijakan ujian sekolah ini dilaksanakan sejak pandemi Covid-19.

    Sejak masuk menjadi siswi kelas 9 SMP 1 Ungaran, aku sudah berusaha sebaik mungkin untuk menaikkan nilai, lebih giat belajar dan lebih serius sekolah, mengingat tidak lama lagi aku akan meninggalkan sekolahku tercinta dan akan berjalan menuju jenjang yang lebih tinggi. Aku tidak sabar akan menjadi siswi SMA, namun juga tidak siap meninggalkan sekolah tercinta. Aku selalu meyakinkan diri untuk tetap giat belajar karena aku bisa. 

    Memasuki semester dua, hari-hari semakin terasa cepat, tegang, mengerikan. Aku bergedik ngeri ketika beberapa guru mengatakan bahwa tinggal beberapa minggu saja kami duduk dibangku kesayangan ini. Terkadang minder dengan teman-teman yang sudah sangat giat dan mengeluarkan effortnya hampir 100% untuk sekolah dan ujian. Bahkan sampai detik ini pun, blog ini ditulis, aku masih sempat melakukan hobiku, membaca buku novel dan menonton anime, yang jelas tidak ada hubungannya dengan sekolah.

    Ujian sekolah dilaksanakan pada saat bulan Ramadhan, bulan yang berkah dengan harapan mendapat nilai yang indah. Dengan menghitung jam aku semakin meyakinkan diriku bahwa usaha tidak akan menghianati hasilnya, tidak perlu memaksa, cukup yakin dan bekerja. Mamiku sering memarahiku ketika aku menonton anime atau membaca novel, yahh gak salah juga, memang sudah seharusnya aku (selalu) belajar di detik ini.

    Sekarang, H-5, aku menulis blog ini dengan tujuan agar aku nantinya dapat melihat bagaimana aku berjuang untuk Ujian Sekolah, terdengar aneh, tapi memang begitu tujuannya. Sedikit demi sedikit aku membuka rangkuman dan latihan soal, membaca dan memahami setiap inci kalimatnya. Menangkis segala godaan (anime dan novel) agar bisa fokus.

    Semakin meringis ketika mendengar bahwa nilai Ujian Sekolah akan menjadi dokumen tertulis dalam ijazah, duh, kata-kata itu sedikit membebani, tapi juga menyemangati. Namun, aku senang, aku dikelilingi oleh orang-orang yang mendukungku dalam urusan sekolah, bersyukur akan itu. Aku bisa belajar dengan fasilitas yang baik, tempat, juga waktu yang baik pula. semoga nilai ujanku bisa membanggakan kedua orangtuaku juga orang-orang yang sudah mendukungku selama ini, semoga nilai kalian juga, ya! Semangat mencari ilmu, Kawan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib