Yahoo, lanjut mengenai ekologi. Pembahasan kali ini mengenai krisis ekologi. Saya ingatkan lagi, jika ada kritikan, masukkan, atau mungkin tambahan materi yang belum saya sampaikan di blog ini, silakan komentar atau contact e-mail saya.
Sebelum lanjut ke krisis ekologi, lebih baik mengenal siapa penemu ekologi dulu nih. Ernst Haeckel adalah pakar biologi Jerman yang memperkenalkan istilah ekologi untuk pertama kalinya pada tahun 1869. Istilah ekologi berasal dari bahasa Yunani yang Oikos merupakan rumah atau tempat tinggal dan Logos adalah ilmu atau pengetahuan. Jadi nama ekologi secara harfiah berarti ilmu yang mempelajari tempat tinggal.
Krisis lingkungan atau krisis ekologi adalah refleksi krisis spiritual manusia modern yang menghilangkan Tuhan dalam hubungannya terhadap interaksi dengan alam. Penyebab sikap eksploitatif adalah kesalahpahaman dan kegagalan manusia dalam hakikat serta realitas alam. Dari hasil analisis diketahui kerusakan ekologi adalah kerusakan lingkungan, kerusakan ekosistem tumbuhan, kerusakan ekosistem hewan, pencemaran air dan udara. Kemudian untuk hal yang menyebabkannya adalah manusia, alam, teknologi, pem- bangunan, ekonomi, kurang pengetahuan dan pola tingkah laku buruk.
Hukum ekologi adalah segala sesuatu saling berhubungan, segala sesuatu memiliki tujuan. Kelangsungan hidup manusia tergantung pada kelangsungan ekosistem. Jaringan kompleks yang menghubungkan hewan, tumbuhan, dan bentuk kehidupan lainya pada lingkungan sangat ditentukan oleh ekosistem. Setiap kejadian dialam melahirkan fenomena baru dan meninggalkan jejak ekologi yang sambung menyambung dengan kejadian alam selanjutnya.
Contoh krisis ekologi ini adalah krisis air bersih, air secara kuantitatif dan kualitatif telah mengalami perubahan besar. Secara kuantitatif, meskipun hukum fisika menegaskan bahwa jumlah air tetap, namun degradasi ekologi, daya dukung ekologi yang semakin berkurang telah mengubah keseimbangan layanan alam sekaligus daur hidup air di dalamnya. Secara kualitatif, air tidak lagi sehat, bersih dan terbebas dari bahan-bahan berbahaya dan beracun. Degradasi ekologi tentu menjadi penyebab kualitas air terus berkurang baik diperdesaan dan perkotaan. Produksi sampah dan limbah industri turut memperburuk kualitas sumber-sumber air seperti sungai, kolam, situ, sawah, kali dan mata-mata air.
Cara mengatasi krisis ekologi yaitu dengan tidak membuang sampah sembarangan si sungai, menanam kembali hutan yang gundul atau reboisasi ditanah yang harus ditanami pohon kembali, tidak membuang limbah pabrik di laut, dan melakukan terasering.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar