Halo, artikel Arkaeologi ini akan membuka artikel yang akan saya bawakan di blog ini. Arkaeologi tuh apasih? Arkaeologi disebut juga ilmu kepurbakalaan, dimana ilmu ini mempublikasikan kajian sistematis data bendawi. Sistematisnya berupa analisis data, dokumentasi, dan sebagainya. Arkaeologi sendiri berasal dari kata Yunani yaitu Archeo/Archaeo yang berarti kuno, dan logos yang berarti ilmu. Nama alternatif arkaeologi adalah studi sejarah budaya material. Kalian tau gak sih, kalau arkaelogi memgang peranan penting sebagai sumber utama pengetahuan budaya prasejarah yang bersifat kuno dan mungkin sudah punah.

    Nah, selain definisi secara universal yang dapat dicari lebih lengkapnya melalui edaran di internet maupun buku khusus Arkaeologi, ada pun definisi arkaeologi yang dikemukakan oleh para tokoh. 
        1. Paul Bahn mengatakan, Arkeologi adalah studi sistematis masa lalu berdasarkan budaya maerial dengan tujuan membongkar, menjelaskan, dan mengklasifikasikan peninggalan budaya, mendeskrepsikan bentuk dan perilaku masyarakat masa lalu serta memahami sejarah manusia.
       2. Grahamane Clark mengatakan, arkeologi sebagai bentuk studi sistematis tentang material kuno untuk membentuk kembali sejarah. Juga mengeksplorasi bagaimana kita bisa menjadi manusia dengan jiwa dan pikiran sebelum sistem tulisan ada. 
      3. Sigfried J. de Leat mengataka, arkeologi sebagai disiplin ilmu dan merupakan cabang dari sejarah.
    Karena banyak definisi arkeologi menurut para tokoh, saya disini menjabarkan beberapa saja, ya. 


    Setelah mengetahui apa itu arkeolog secara universal ditambah oleh pendapat para tokoh mengenai difinisi arkeologi, kini bagaimana perkembangan ilmu kepurbakalaan ini berkembang di Indonesia? Bagi yang ingin banyak mengetahui lebih dalam bisa membaca buku-buku yang terjual dipasar bebas dengan tajuk Arkeologi.

    Arkeologi berkembang di Indonesia yaitu dimulai dari lembaga-lembaga yang bergerak di bidang kebudayaan, contohnya seperti Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen  yang kemudian di Jakarta mendirikan museum tertua, yaitu Museum Nasional Indonesia. Lembaga pemerintah pada masa kolonial yang bergerak di bidang arkeologi adalah Oudheidkundige Dienst yang banyak membuat survei pemugaran atas bangunan-bangunan purbakala terutama candi. 

    Ahli arkeologi Indonesia terhimpun dalam Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia atau IAAI. Tokoh-tokoh tersebut ada yang terkenal loh, seperti R. Soekmono yang mengepalai pemugaraan Candi Borobudur dan R.P Soejono yang merupakan pendiri ketua IAAI dan mantap kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Disiplin arkeologi Indonesia masih secara kuat diwarnai dengan pembagian kronologis, yaitu periode Prasejarah, periode Klasik (Hindu-Buddha), periode Islam, dan periode Kolonial. Maka, dalam arkeologi Indonesia dikenal spesialisasi menurut periode tersebut, satu keistimewaannya adalah masuknya disiplin Epigrafi, yang menekuni pembacaan prasasti kuno. Pada perkembangan sekarang telah berkembang minat-minat khusus seperti etnoarkeologi, arkeologi bawah ait, dan arkeometri. adapula sub-disiplin yang berkembang dan bersinggungan dengan ilmu lain, seperti Arkeologi Lingkungan, Arkeologi Ekologi, Arkeologi Ekonomi, Arkeologi Seni, Arkeologi Demografi, dan Arkeologi Arsitektur.

    Banyak ya teman-teman? Cabang dari ilmu Arkeologi yang berkembang yang bersinggungan dengan ilmu lain pun sudah banyak, bagaimana pendapat kalian mengenai berbagai ilmu kembangan dari Arkeologi itu? Seperti contohnya etnoarkeologi yang mempelajari arkeologi dan budaya serta teknologi primitif kontemporer yang digunakan untuk memberikan analogi untuk menggambarkan prasejarah. Atau Arkaeologi Ekologi yang membahas mengenai ilmu arkeologi yang digabungkan dengan ekologi, menarik ya?

    Tujuan dari adanya Arkeologi sendiri adalah untuk merekonstruksi sejarah budaya, merekonstruksi bagaimana mobil kehidupan manusia, merekonstruksi proses budaya. Adapula paradigma arkeologi, seperti menyusun sejarah kebudayaan, memahami perilaku manusia, dan memahami proses perubahan budaya.

    Aku penasaran sih, bagaimana para arkeolog bisa mengetahui umur fosil yang sudah lama? Dari sumber yang aku baca, para arkeolog menggunakan Carbon-14 yaitu membandingkan fosil dengan rasio isotop karbon dan Stratigrafi yaitu menentukan usia fosil dimana fosil ditemukan. Kalau dari pendapat kalian atau yang kalian ketahui mengenai pertanyaan tersebut, share di kolom komentar ya!

    Di bagan selanjutnya, kita akan bersama mengupas bagaimana para arkeolog mengemukakan sistematis kajian arkeologi dan apa saja contohnya, stay tune!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib