Haloha! Selamat datang kembali. Sesuai dengan janjiku di blog kemarin, yuk bahas perihal bagaimana cara meneliti data. Sebelumnya, Arkeologi semakin berkembang yang memandirikan dirinya menjadi ilmu otonom dan cukup maju dalam ilmu percaturan secara luas. Selain itu juga dibarengi pula perkembangannya dengan perbaikan dan perumusan metodologi yang lebih mantap dan terkendali. Penggunaan dan penciptaan teori, model, dan pendekatan terus berlangsung, atau dengan munculnya paradigma baru yang sama sekali menolak penggunaan teori, dalil, dan pendekatan yang gejalanya tampak pada arkeologi pasca-prosesual. Akibatnya muncul pertentangan yang menyebabkan para ilmuwan memberikan tafsiran bukti-bukti sesuai dengan alirannya.
Sekarang dikenal dengan: the traditional archaeology (arkeologi sejarah budaya), the new archaeology (arkeologi pembaharuan), dan post-procesual archaeology. Yang dimana ketiganya membawa paradigma masing-masing, intinya adalah mereka tidak lagi percaya akan teori yang menjelaskan dan mengungkapkan realita yang benar melalui deduksi hipotesis (hypotetic-deductive). Karena pengetahuan yang 'benar' adalah sesuatu yang juga relatif dan subyektif (Hodder, 1991a, 1991b; Thomas, 1989; Renfrew dan Bahn, 1991; Yoffee dan Sherrat, 1993; dalam Tanudirjo, 1997 : 8).
Kilasan mengenai perkembangan Arkeologi yang terkini, teori-teori yang sudah tidak lagi dipercayai. Kini bagaimana metode penelitiana arkeologi yang dilakukan oleh para arkeolog?
1. Pengumpulan Data:
- Penjajagan yaitu pengamatan arkeologi di lapangan guna memperoleh gambaran potensi data arkeologi dari suatu situs arkeologi
- Survei yaitu pengamatan arkeologi dengan mencari informasi yang dalam, melalui penduduk setempat. Untuk mengetahui benda yang belum ditemukan atau memastikan riset.
> Survei permukaan: mengamati permukaan tanah jarak dekat.
> Survei bawah tanah: pengamatan benda dalam tanah dengan alat dan teknik tertentu.
> Survei bawah air: teknik banjar linier yaitu para penyelam menempatkan di jarak tertentu dan bergerak bersama dengan kedepan melalui garis lurus, teknik banjar melingkar dengan mengelilingi satu titik.
> Survei udara: mengutamakan dokumentasi melalui foto tanah.
- Wawancara yaitu dengan interaksi dan komunikasi bersama narasumber dalam pengumpulan data.
- Sampling yaitu teknik pencuplikan yang berguna dalam ilmu arkeologi karena dapat memberikan gambaran dan representatif mengenai kuantitas dan kualitas data arkeologi dari suatu situs.
>. Ekskavasi:
Teknik pengumpulan data melalui penggalian tanah yang dilakukan secara sistematik untuk menemukan suatu atau himpunan arkeologi.
- Teknik Spit (arbitary level): didasarkan pada temuan atau jenis temuan
- Teknik Lapisan Alamiah (natural layer): menggali tanah dengan mengikuti lapisan tanah secara alamiah.
- Teknik Lot: menggabungkan teknik spit dan teknik lapisan alamiah
2. Pengolahan Data:
1. Artefak: benda alam yang dapat diubah dengan tangan manusia, baik sebagian maupun keseluruhan benda.
2. Fitur: artefak yang tidak dapat diangkat dari tempat kedudukannya.
3. Serbuk sari dan tanah.
Dilanjutkan dengan klasifikasi awal, artefak dan ekofak yang terkumpul harus segera dibersihkan dikonservasikan serta melakukan pencatatan yaitu penomoran dan penginventarisasikan, pengkatalogisan dan pemilihan, serta penyimpanan. Klasfikasi lanjutan adalah mementukan dan menyajikan data dalam kelompok yang memunculkan pola dan konteksnya.
3. Analisis
1. Identifikasi: penentuan atribut yang dimiliki
2. Perekaman: memasukkan data dalam formulir atau database
3. Pengolahan: mencari korelasi data antara artefak dan ekofak.
- Analisis marfologi: mengidentifikasi pegangan terhadap bentuk dan ukuran
- Analisis teknologi: mengidentifikasi pembuatan artefak
- Analisis stalistik: mengidentifikasi aspek dekoratif
- Analisis jejak pakai: mengkhususkan pada jejak pengamatan sisa pemaikaian
4. Tahap Pelaporan dan Publikasi.
Nah teman-teman, dari evakuasi dan analisis data arkeologi yang amat rumit, tentu memuahkan hasil yang harus dipublikasikan atau dilaporkan di ranah publik, maka dengan itu hasil dari penelitian dapat dijadikan buku, pameran, atau visual.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar